Selasa, 31 Januari 2017
Jangan korbankan yang berharga demi sesuatu yang murahan
Jangan mengorbankan harga diri demi sesuatu yang murahan dan tidak bernilai sebanding dengan kehormatan diri sendiri yang telah Tuhan berikan.Terlebih jangan tukar dan menjual iman demi sesuatu hal di dunia ini. Imanmu kepada Yesus Kristus yang menebus hidupmu dari dosa jauh lebih berharga nilainya dibanding apa pun. Hidup ini sangatlah memerlukan kerja keras, pantang menyerah dan bukan menyerah pada nasib. Jangan membangun sikap asal selamat sebentar, lalu memilih cara yang tidak bijaksana, salah dan fatal. Bersyukur untuk Firman Tuhan yang selalu menerangi dan mengajar. Tak hanya agar kita semakin memahami kehendak Tuhan namun untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang bermartabat dan berharga.
Silahkan baca kisan ESAU &YAKUB berikut ini:
Nats:Kejadian 25:29-34
Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Jumat, 27 Januari 2017
Semua Karena Tuhan
Pacaran selama 2 (dua) tahun dengan laki-laki yang kini menjadi suami saya. Masih sangat ingat, tanggal aku menyatakan menerima dia sebagai pacar yakni 25 Januari 2015 dan bukan main-main dengan keyakinan bahwa dialah yang kelak menjadi suami saya.
Tak terasa 2 (dua) tahun kemudian yaitu Sabtu 26 November 2016 kami melangsungkan pernikahan, diberkati di gereja GBI jemaat Betha Gading Serpong yang dilayani oleh Pdt. Timotius Tirsan, M.Th juga sekaligus dengan acara resepsi di Aula Gedung KNPI kota Tangerang. Dihadiri oleh orang tua kedua belah pihak dan keluarga besar kami serta jemaat dan seluruh kerabat.
Ini adalah peristiwa hebat yang Tuhan izinkan kami alami. Kenapa demikian? Semua hal Tuhan bantu, karna sesungguhnya kami persiapkan semua nya dengan sendiri. Tuhan izinkan kami alami masa-masa dimana kami harus mengandalkan Tuhan. Puji Tuhan kami kini menjadi suami istri yang telah diberkati.
Saya tahu bahwa membangun rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Banyak mendengar cerita dari mereka yang pernah mengalaminya. Namun aku bersyukur bahwa aku memiliki suami yang mau belajar melayani Tuhan. Tuhan lebih mengasahku dengan hadirnya suamiku dalam hidupku. Kebersamaan dan saling melengkapi menjadi salah satu yang harus kami pupuk bersama. Setelah menikah aku bahagia. Aku dan suamiku selalu tekun untuk membangun mezbah doa pagi dan malam.
Suamiku berlatar belakang sekuler, sedangkan aku berlatar belatar belakang Teologi yang berkecimpung dalam dunia pelayanan. Namun aku bersyukur suamiku semakin bertumbuh dan membuka diri untuk melakukan hal-hal yang tak biasa dilakukan seperti turut berdoa dan baca firman Tuhan bersama. Aku juga bersyukur yang mana sejak pacaran dengan suami 2 (dua) tahun yang lalu, suamiku yang dulu seorang perokok kini sudah berhenti total. Ini anugerah yang luar biasa bagi kami. Tuhan memiliki cara untuk memperbaharui setiap pribadi, namun orang terdekat juga memiliki peran agar mereka semakin sportif menjadikan diri semakin lebih baik.
Aku selalu menyampaikan kepada suami bahwa hal yang utama dalam hidup ini adalah takut Tuhan. Sumber segala kebaikan adalah Tuhan karena itu kita harus mengutamakanNya dalam hidup kita, melalui mezbah dan gaya hidup kita harus berpadanan pada kehendak dan FirmanNya. Harapan ku dan doaku : Keluargaku melayani Tuhan dan mempermuliakan Tuhan dengan dasar takut akan Tuhan.
Jika kita mampu berdiri dan bertahan hingga saat ini, semua karena Tuhan.
Penulis: Iberia Gea
Langganan:
Komentar (Atom)