Sabtu, 26 Mei 2012

RENUNGAN HARI PERINGATAN TURUNNYA ROH KUDUS


Dalam Perjajian Lama, Paskah dimaksudkan sebagai peringatan bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir oleh tangan kuasa Tuhan. Dan mereka merayakan setiap hari ke 50 setelah mereka keluar dari Mesir setiap tahunnya. Peristiwa bagaiama  Tuhan yang besar yang mengasihi bangsa ini membawa mereka keluar dari tanah Mesir, selamat dari 10 tulah yang terjadi di Mesir (Keluaran Pasal 7-pasal 11)diangggap sebagai peristiwa yang besar dan merupakan peristiwa penting dalam perjalanan hidup bangsa Israel sendiri. Kebiasaan ini terus dilakukan oleh bangsa Israel. Dan dalam berjalannya waktu kemudian bergeser dimana selain itu dalam merayakan paskah, orang Yahudi juga merayakan hari raya panen sebagai ungkapan sukacita dan syukur mereka kepada Tuhan serta mengingat hari dimana Tuhan member Hukum taurat sebagai awal Firman Tertulis diberikan Tuhan bagi manusia. Dalam Perjanjian Baru, paskah sesungguhnya kemudian lebih jelas sebagai hari dimana Tuhan membebaskan manusia dari belenggu dosa melalui penderitaan,kematian dan kebangkitan Yesus dari kematian, menebus manusia yang percaya padaNya dari kuasa dosa memperbudak manusia dalam dosa. Pembebasan bangsa Israel dari pebudakan dosa di dalam kisah peristiwa yang termuat dalam Perjanjian Lama sesungguhnya menjadi gambaran bagi kehidupan pembebasan manusia itu sendiri dari dosa yang tergenapi di dalam Pernajian baru melalui Yesus Kristu sesuai dengan apa yang telah Tuhan nyatakan jauh sebelumnya melalui hambaNya para nabi. Murid-murid Yesus adalah orang Jahudi yang tidak terlepas dalam melakukan kebiasaan yang nenek moyang mereka termasuk dalam memperingati hari ke-50 yakni hari paskah dan hari raya panen pertama. Mereka setiap tahunnya dating ke Jerusalem untuk merayakannya. Bertepatan dengan itu pula, saat murid-murid berkumpul di suatu tempat, maka terjadilah seperti yang Yesus janjikan sebelumnya yakni Roh Kudus turun atas mereka.
Dan benar saat itu, Roh Kudus turun atas para murid dan mereka berbicara dalam bahasa lain yang tidak mereka tahu sebelumnya (bahasa suku-suku, seperti:bahasa orang Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan dereah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatangpendatang dari Roma) yang menunjukkan bahwa saat itu pula berita Injil didengar oelh seluruh bangsa melalui perkataan yang dikatakan oleh Roh kudus kepada para murid dalma bahasa yang beragam banyak. Karena sebelumnya, ada ketakutan bagi para murid mereka dilarang keras oleh pemerintah pada ma situ yang telah menguhukum Yesus memberitakan bahwa Yesus sesungguhnya telah bangkit dan hidup kembali. Akan tetapi ketika Roh Kudus turun, para murid dimampukan menajdi saksi tentang peristwa Injil yang terjadi dan yang telah mereka lihat sendiri bahwa Yesus adalh Mesias sang Juru Selamat yang harus diketahui oleh banyak orang, banyak bangsa. Slah satunya ketika Petrus menjadi berani dan berkhotbah di serimbi Salomo dengan terang-terangan menceritakan tentang Yesus tanpa keatakutan. Dan buah pemberitaan ini memberikan respon positif dari banyak orang dan sekita 3000 lebih member dirinya dibabtis dalam nama Yesus.
Betapa Roh Kudus sangat memiliki peran yang begitu besar dalam hidup orang percaya….
Mari kita lihat Yohanes 15:26-27, Roh Kudus sebagai Penghibur yakni Roh kebenaran, dan kita hartus turut bersaksi menurut Roh Kebenaran itu. Roh kudus akan menginsafkan manusia dari dosa (Yoh 15:8) sebab sesungguhnya manusia selalu merasa bahwa dirinya benar dahkan cenderung melaukan pembelaan-pembelaan atas dirinya yang berdosa. Namun ketika Roh Kudus neyat dalam diri seseorang dia akan diinsafkan dari segala dosa dan berbalik kepada Tuhan dalam jalanNya ang benar. Jika seseorang belum insaf dari keberdosaanya, ini menunjukkan bahawa seseorang itu belum meberikan ruang bagi Roh Kudus sepenuhnya menyatakan peranNya yang hebat bekerja dalam kehidupannya secara pribadi. Bahkan sesunguhnya Roh Kudus menjadi Penolong dalam setia kelemaha-kelem,ahan kita yang tak terhindarkan, yakni Roh Kudus akan melengkapi kita oleh karena kelemahan kita dalam berdoa kepda Bapa, bersyukur kepadaNya bahkan melakukan segala kehendakNya.
Ingatlah bahwa:
1.       Kekuatan kita menghadapi lingkungan yang keras, tidak bersahabat hanya dari Than melalui pertolongan Roh Kudus; Tidak ada kekuatan lain selain Tuhan beserta kita
2.       Roh Kudus member inspirasi yakni Dia akan membuka jalan pikiran kita dan membuka jalan bagi setiap persoalan dan kondisi sulit yang kerap kita hadapi setiap hari sembari kita belajar dan terus mencoba hidup melakukan segala kehendakNya di dalm hidup kita.
3.       Roh Kudus menolong kita di dalam mengelola kehidupan yang Tuhan anugerahkan kepada kita terutama hidup kita secara utuh(tubuh jiwa dan roh) yang senantiasa dapat menjadi hidup yang berkenan dan memuliakan Tuhan. Harta dan kekayaan juga merupakan poin berikut yang harus kita kelola untuk memuliakan Tuhan. But the firt point is we must manage our life to be glorify to God.
4.       Roh Kudus merupakan kekuatan kita untuk bersaksi secara lisan maupun melalui perbuatan hidup kita yang dapat menjadi berkat bagi orang lain yang belkum mengenal Tuhan dapat menerima dan percaya pada Injil dan diselamatkan untuk kemuliaan Tuhan.

Dalam kehidupan setiap harti di mana pun kita berada, di  tempat kerja kita, di kantor (muliakan Tuhan dengan apa yang Dia percayakan saat ini di dalam setiap tugas dan pekerjaan kantor) sebagi pimpinan, sebagi karyawan, sebagai orang tua, ayah ibu, sebagi anak, dan dalam setiap ruang gerak dalam aktifitas kita, hendaknya semuanya dilakukan did lam tuntunan Roh Kudus. Terpujilah Tuhan.

Seseorang yang melakukan yang benar dalam kehidupan ini akan menikmati kebahagiaan besar di sepanjang kehidupannya, karena sesunguhnya orang-orang tersubut merespon pimpinan Roh Kudus untuk menyatakan kemuaan Tuhan melalui kehidupannya walau dalam kondis tertentu sering ditentang, namun Frman yang hidup dan Roh Kudus yang tidak pernah diam akan terus menajdi Penolong dalam kehidupannya.

SELAMAT MEMPERINGATI HARI TURUNNYA ROH KUDUS. TUHAN YESUS MEMBERKATI
Lakukan yang benar hari ini, besok belum tentu sempat melaukannya.


By : Iberia Gea

Jumat, 06 April 2012

PUISI UNTUK AYAH

PUISI UNTUK AYAH
Engkau ayah yang hebat..
Melindungi keluargamu adalah hal penting bagimu
Aku melihat perjuanganmu
Aku merasakan kasihmu
Walau kadang tak kusadari
Engkau pernah marah….
Namun engkau ada alas an
Engkau pernah mengecewakan
Namun kusadar iru proses pembelajaran
Namun yang kutahu bahwa
Engkau kini jauh lebih mengerti
Engkau bangga akan kehadiran kami
Oh..Ayah..
Di hari engkau mengulang tahunmu
Aku bahkan tidak dapat memebrimu apa-apa..
Namun engkau selalu berkata
Asal kami sehat dan baik-baik saja
Itu lebih dari hadiah ..
Ayah kami bangga memilikimu

Kamis, 29 Maret 2012

Mengenang seorang ibu yang berhati mulia

MENGENANGMU IBU

Ingin mengulang jika hari bersamamu bisa terjadi lagi
Setahun yang lalu....
Engkau menghadap sang Pencipta
Membawa damai...
Aku tahu engkau tak  ingin jauh dari kami anak-anakmu
namun saatmu mencapai titik akhir dari hidupmu...

Jika mengenangmu..
Betapa aku merindukan tawa dan semangatmu...
tak kenal lelah dan mentari panas
Engkau berjuang demi kami..

teringat kembali akan pedulimu
tengiang lagi akan kasihmu yang tiada pamrih
Oh..ibuuuu......

Tuhan....
kuatkanlah aku yang manusiawi kadang
merindukan kasih sang ibu yang melahirkanku
Teguhkan iman kami dalam mengarungi hidup ini

Ibu.....
aku sangat mencintaimu dan bangga memilikimu
pernah bersamamu..
dipelukkanmu..

Suatu saat kelak
Aku janji menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku
Aku belajar dari perjuangan dan kasihmu....

Selasa, 21 Februari 2012

KEHIDUPAN ROHANI DARI YUSUF



Bukankah Yusuf diperlakukan tidak adil oleh saudara-saudaranya? hingga jubah pemberian dari sang ayah (Yakub) dilepas dari tubuhnya, padahal Yusuf sendiri tidak meminta jubah itu dari Yakub ayahnya untuk dikenakan olehnya. Dia disayang oleh Yakub, juga bukan atas dasar permintaan Yusuf, tetapi pilihan ayahnya sendiri untuk menjadikan Yusuf sebagai anak kesayangan. Dalam kisahnya di kitab Kejadian, Yusuf tidak menjadi pribadi yang arogan ketika dia menjadi anak kesayangan ayahnya, namun tetap saja saudara-saudaranya merasa iri dan benci. Lalu mengapa saudara-saudaranya tidak menyukai hal ini? Yusuf dibuang dalam sumur, sesuatu tindakan yang tidak wajar dilakukan oleh suadara-saudaranya sendiri. Bukan kah kejahatan seperti ini terjadi di kehidupan saat ini? dimana dalam keluarga ada yang tidak menyukai saudaranya sendiri, bahkan membenci. 

Yaaaa.....mungkin karena kondisi yang sama yang pernah terjadi dalam keluarga Yusuf atau karna faktor lain.


Bukan dari sikap negatif saudara-saudara Yusuf yang harus ditiru oleh kita, tapi dari sikap Yusuf yang tidak melakukan pembelaan selain hanya memandang bahwa Tuhan ada dan sedang berkarya dalam dirinya dengan maksud Allah sendiri yang akan tergenapi melalui dirinya. Apa yang diangap manusia tidak baik namun Tuhan izinkan untuk sebuah tujuan dan rencana Nya.

Yusuf dalam kondisi tidak bersalah pun dihukum dan dimasukkan ke dalam penjara akibat perbuatan dari istri sang penguasa rumah di Mesir itu. Sekali lagi, Yusuf kini dipakai Tuhan menjadi berkat bagi tahanan lainnya dalam penjara, da bukan menyalahakan Tuhan atau putus asa dengan apa yang bertubi-tubi dialami oleh dirinya.Yusuf tetap tenang dan menunggu Tuhan bertindak pada waktunya. Waoooo....amazing, bukan?


Apa yang terjadi dengan anda saat ini?
Bila anda dalam posisi seperti Yusuf yang mengalami tekanan(psikologi) akibat perlakuan yang tidak baik yang dilimpahkan kepadanya juga terjadi dalam diri anda, apa tetap menjadi seperti Yusuf?

Yusuf pasti tidak kuat saaat itu, demikian juga dengan anda. Namun ketaatan Yusuflah yang membuat Tuhan memampukan dia dalam melewati semua masalah yanga ada.

Yusuf memilih TAAT dalam situasi sulit sekali pun atau dalam kondisi ada peluang untuk dia bisa melakukan ketidaktaatan. namun dia tetap memilih kesempatan yang satu lagi yakini: memilih TAAT saat sekitarnya mencoba menggoda dirinya untuk tidak TAAT.

How about you?
can you do by action like Jusuf?
Ask to God that He gibe you the power to follow the God's will in you/