
Bukankah Yusuf diperlakukan tidak
adil oleh saudara-saudaranya? hingga jubah pemberian dari sang ayah
(Yakub) dilepas dari tubuhnya, padahal Yusuf sendiri tidak meminta jubah
itu dari Yakub ayahnya untuk dikenakan olehnya. Dia disayang oleh
Yakub, juga bukan atas dasar permintaan Yusuf, tetapi pilihan ayahnya
sendiri untuk menjadikan Yusuf sebagai anak kesayangan. Dalam kisahnya
di kitab Kejadian, Yusuf tidak menjadi pribadi yang arogan ketika dia
menjadi anak kesayangan ayahnya, namun tetap saja saudara-saudaranya
merasa iri dan benci. Lalu mengapa saudara-saudaranya tidak menyukai hal
ini? Yusuf dibuang dalam sumur, sesuatu tindakan yang tidak wajar
dilakukan oleh suadara-saudaranya sendiri. Bukan kah kejahatan seperti
ini terjadi di kehidupan saat ini? dimana dalam keluarga ada yang tidak
menyukai saudaranya sendiri, bahkan membenci.
Yaaaa.....mungkin karena kondisi yang sama yang pernah terjadi dalam keluarga Yusuf atau karna faktor lain.
Bukan
dari sikap negatif saudara-saudara Yusuf yang harus ditiru oleh kita,
tapi dari sikap Yusuf yang tidak melakukan pembelaan selain hanya
memandang bahwa Tuhan ada dan sedang berkarya dalam dirinya dengan
maksud Allah sendiri yang akan tergenapi melalui dirinya. Apa yang
diangap manusia tidak baik namun Tuhan izinkan untuk sebuah tujuan dan
rencana Nya.
Yusuf
dalam kondisi tidak bersalah pun dihukum dan dimasukkan ke dalam
penjara akibat perbuatan dari istri sang penguasa rumah di Mesir itu.
Sekali lagi, Yusuf kini dipakai Tuhan menjadi berkat bagi tahanan
lainnya dalam penjara, da bukan menyalahakan Tuhan atau putus asa dengan
apa yang bertubi-tubi dialami oleh dirinya.Yusuf tetap tenang dan
menunggu Tuhan bertindak pada waktunya. Waoooo....amazing, bukan?
Apa yang terjadi dengan anda saat ini?
Bila
anda dalam posisi seperti Yusuf yang mengalami tekanan(psikologi)
akibat perlakuan yang tidak baik yang dilimpahkan kepadanya juga terjadi
dalam diri anda, apa tetap menjadi seperti Yusuf?
Yusuf
pasti tidak kuat saaat itu, demikian juga dengan anda. Namun ketaatan
Yusuflah yang membuat Tuhan memampukan dia dalam melewati semua masalah
yanga ada.
Yusuf
memilih TAAT dalam situasi sulit sekali pun atau dalam kondisi ada
peluang untuk dia bisa melakukan ketidaktaatan. namun dia tetap memilih
kesempatan yang satu lagi yakini: memilih TAAT saat sekitarnya mencoba
menggoda dirinya untuk tidak TAAT.
How about you?
can you do by action like Jusuf?
Ask to God that He gibe you the power to follow the God's will in you/